Silsilah Majlis Romadhon Bagian 1 Keutamaan Al Quran | assunnah Kotamobagu

SILSILAH MAJLIS ROMADHON BAG 1 KEUTAMAAN
AL-QUR’AN
Bulan Romadhon adalah Syahrul Qur’an,
sebagaimana firman Alloh ta’ala:
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ .
“Bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya
diturunkan )permulaan( Al-Qur’an sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda )antara yang hak dan
yang bathil(.” (QS. Al-Baqoroh:185)
Oleh karena itulah, para salafus sholih apabila
masuk bulan Romadhon bersungguh-sungguh
dalam tilawah Al-Qur’an. Asy-Syaikh Ibnu
Utsaimin rohimahulloh mengatakan:
» ﺗِﻼَﻭَﺓُ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻮﻋَﻴْﻦِ : 1‏( ﺗِﻼَﻭَﺓٌ ﺣُﻜْﻤِﻴَّﺔٌ : ﻭَﻫِﻲَ
ﺗَﺼْﺪِﻳْﻖُ ﺃَﺧْﺒَﺎﺭِﻩِ، ﻭَﺗَﻨْﻔِﻴْﺬُ ﺃَﺣْﻜَﺎﻣِﻪِ ﺑِﻔِﻌْﻞِ ﺃَﻭَﺍﻣِﺮِﻩِ، ﻭَﺍﺟْﺘِﻨَﺎﺏِ
ﻧَﻮَﺍﻫِﻴﻪِ . 2‏( ﺗِﻼَﻭَﺓٌ ﻟَﻔْﻈِﻴَّﺔٌ : ﻭَﻫِﻲَ ﻗِﺮَﺍﺀَﺗُﻪُ «.
“Tilawah Kitabulloh ada dua macam: 1) Tilawah
Hukmiyyah: yaitu membenarkan kabar-
kabarnya,menjalankan hukum-hukumnya dengan
mengerjakan perintahnya dan meninggalkan
larangannya.
2) Tilawah Lafdziyyah: yaitu adalah
membacanya.” [lihat “Majalis Romadhon” (58)]
Dan mustahab untuk mengkhatamkan Al-Qur’an
dalam waktu sebulan, terlebih di bulan Romadhon
yang penuh berkah ini.
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏» ﺍﻗْﺮَﺇِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓِﻲ ﺷَﻬْﺮٍ ‏« ﻗُﻠْﺖُ : ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺟِﺪُ ﻗُﻮَّﺓً ﺣَﺘَّﻰ
ﻗَﺎﻝَ : ‏» ﻓَﺎﻗْﺮَﺃْﻩُ ﻓِﻲ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺰِﺩْ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ «
Dari ‘Abdulloh bin ‘Amr bin Ash rodhiyaAllohu
anhu; bahwasanya Nabi shollallohu alaihi wa
sallam bersabda: “Bacalah )khatamkanlah( Al-
Qur’an dalam waktu sebulan.” Aku berkata: Aku
mendapati diriku kekuatan )lebih(. Sampai
Rosululloh mengatakan: “Maka bacalah dalam
waktu 7 hari, dan janganlah tambah hal
tersebut.” [HR. Al-Bukhori (no.5054) Muslim
(no.1159)]
Berikut keutamaan-keutamaan Al-Qur’an;
(1) Al-Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Golongan Yang Memerangi Sunnah Ta’addud (6) | Millah Ibrohim

Golongan Yang Memerangi Sunnah
Ta’addud (6)
Adapun golongan – golongan yang memerangi
sunnah ta’addud, maka mereka salah satu dari 3
golongan yaitu :
1. Orang yang memusuhi dan dengki terhadap
Islam, menjalankan makar – makar musuh Islam
serta membantu urusan – urusan penting mereka.
Ia tahu bahwa ta’addud memperbanyak jumlah
kaum muslimin. Sementara itu ia selalu mengintai
kaum muslimin dan mengharapkan hancurnya
muslimin. Sebagaimana kita mengetahui
disebagian negeri yang mengajak muslimin
mencukupkan satu istri. Pada satu waktu kita
melihat Nasrani mengajak umatnya memperbanyak
keturunan dan nikah muda seperti yang terjadi di
Mesir. Sehingga hari – demi hari orang – orang
Nasrani bertambah banyak dan di kuatirkan pada
suatu saat jumlah mereka mendominasi penduduk
Mesir karena mereka sedang merencanakan Mesir
Andalusia kedua – Wallahul Musta’an.

Baca lebih lanjut

Mencela Ta’addud (Poligami) Adalah Kemurtadan (5) | Millah Ibrohim

Mencela Ta’addud (Poligami) Adalah
Kemurtadan (5)
‘Ulama sepakat murtadnya orang yang
mengingkari sesuatu dari Al Qur’an atau
mengingkari perkataan yang telah diketahui secara
umum. Mereka yang mengingkari ta ‘addud atau
memandangnya kedholiman terhadap wanita atau
membenci pensyari’atannya, tidak diragukan lagi
kemurtadannya. O
leh karena itu aku memperingatkan mereka yang
bermain – main dengan agama dan aku
mengkuatirkan kafirnya orang – orang yang selalu
mengkritik ta’addud dan selalu membicarakan
dampak – dampak negatifnya tanpa menyebutkan
dampak – dampak positifnya, menakut – nakuti
manusia untuk ta’addud dan membuat kerancuan
berpikir di negeri – negeri Islam.

Baca lebih lanjut

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaah Wa Barakaatuh? | Tidak Ada Yang Lebih Benar dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaah Wa
Barakaatuh?
admin / 1 week ago
Arti Assalamu Alaikum Warahmatullah Wa
Barakatuh?
Sembari menunggu tulisan-tulisan kami yang lain
(mohon maaf kalau admin memang agak lelet
karena terlalu banyak kesibukan), maka pada
kesempatan ini Penulis ingin mencoba membahas
(baca: merefleksikan secara kritis) makna dari
ucapan “salam” yang sering kita sampaikan
sehari-hari. Baca lebih lanjut

Menjawab Kerancuan Berpikir Tentang Poligami (4) | Millah Ibrohim

Menjawab Kerancuan Berpikir Tentang
Poligami (4)
Orang – orang yang menolak poligami
menentangnya dengan dalil yang sebagiannya
syar’i dan sebagian lainnya akal – akalan yaitu :
Firman Allah Ta’ala :
“ Dan kamu sekali – kali tidak akan dapat berlaku
adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu
sangat ingin berbuat demikian, Karena itu
janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang
kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain
terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan
perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan),
Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.”

Baca lebih lanjut

Rahasia di Balik Sakit | Muslim.Or.Id

Rahasia di Balik Sakit
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian,
bahkan cobaan dan ujian merupakan
sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan
diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara
yang tidak disukainya atau bisa pula pada
perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala
berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa
akan merasakan mati. Kami akan mengujimu
dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-
Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang
diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an-
menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji
kalian dengan kesulitan dan kesenangan,
kesehatan dan penyakit , kekayaan dan
kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan
kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir
Ibnu Jarir ). Dari ayat ini, kita tahu bahwa
berbagai macam penyakit juga merupakan
bagian dari cobaan Allah yang diberikan
kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan
ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang
tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim
jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “ Sungguh menakjubkan
perkara seorang mukmin, sesungguhnya
semua urusannya merupakan kebaikan , dan
hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang
mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan,
maka dia bersyukur dan itu merupakan
kebaikan baginya, dan jika mendapat
kesusahan, maka dia bersabar dan ini
merupakan kebaikan baginya . (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit
merupakan sebab pengampunan atas
kesalahan-kesalahan yang pernah engkau
lakukan dengan hati, pendengaran,
penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota
tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga
merupakan hukuman dari dosa yang pernah
dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala ,
“ Dan apa saja musibah yang menimpamu
maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan
sebagian besar (dari kesalahan-
kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,” Tidaklah menimpa seorang mukmin
rasa sakit yang terus menerus, kepayahan,
penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai
kesusahan yang menyusahkannya, melainkan
akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya .
(HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api
neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya,” Janganlah kamu
mencaci maki penyakit demam, karena
sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah
akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam
sebagaimana tungku api menghilangkan
kotoran-kotoran besi . (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang
mukmin mencaci maki penyakit yang
dideritanya, menggerutu, apalagi sampai
berburuk sangka pada Allah dengan musibah
sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai
saudaraku, sesungguhnya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sakit
demam itu menjauhkan setiap orang mukmin
dari api Neraka .” (HR. Al Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas
kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik
penyakit dan musibah akan mengembalikan
seorang hamba yang tadinya jauh dari
mengingat Allah agar kembali kepada-Nya.
Biasanya seseorang yang dalam keadaan
sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam
perbuatan maksiat dan mengikuti hawa
nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan
melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika
Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau
musibah, dia baru merasakan kelemahan,
kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan
Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya
selama ini, sehingga ia kembali pada Allah
dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah
ta’ala berfirman yang artinya, “ Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus (para
rasul) kepada umat-umat sebelummu,
kemudian Kami siksa mereka dengan
(menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan,
supaya mereka memohon (kepada Allah)
dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-
An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk
kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku,
dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai
selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah
kepada-Ku. ( Tafsir Ibnu Jarir )
Terdapat hikmah yang banyak di balik
berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan
berupa penyakit dan berbagai kesulitan
lainnya, sesungguhnya di balik itu semua
terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka
perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim
rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa
menggali hikmah Allah yang terkandung dalam
ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang
dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed).
Namun akal kita sangatlah terbatas,
pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu
semua makhluk akan sia-sia jika
dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana
sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar
matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin
Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit
merupakan tanda kecintaan Allah kepada
hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “ Sesungguhnya Allah ta’ala
jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan
memberi mereka cobaan .” (HR. Tirmidzi,
shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada
kami keyakinan dan kesabaran yang akan
meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
***
Penulis: Abu Hasan Putra
Artikel http://www.muslim.or.id

http://m.muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html

sofyan assingkepy punggur batam

» Info DAUROH ILMIAH ISLAMIYYAH, bersama As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafidzhohulloh .:: Darul-Ilmi ::.

Info DAUROH ILMIAH
ISLAMIYYAH , bersama
As -Syaikh Abu Ibrohim
Muhammad bin Mani’ Al –
Ansy hafidzhohulloh
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa
Ta’ala, hadirilah……..
DAUROH ILMIYYAH ISLAMIYYAH
Bersama :
As-Syaikh Al-Fadhil Abu Ibrohim
Muhammad bin Mani’ Al-Ansy
hafidzhohulloh
(Dari Shon’a – Yaman)
Waktu :
Mulai Hari Selasa, 16 Rojab 1436 H / 5 Mei 2015
M sampai satu minggu/ satu pekan lebih (insya
Alloh)
Tempat :
Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah
Desa Sampung Kec. Plaosan Kab. Magetan Jawa
Timur
(Info Jadwal Kegiatan Dars / pelajaran bisa
diperoleh di tempat kegiatan)
Informasi :
Al-Ustadz Abu Arqom (0812 5940 6525)
Catatan :
Kegiatan ini berlaku untuk umum, untuk seluruh
kaum muslimin, laki-laki maupun wanita.

http://www.darul-ilmi.com/2015/05/info-dauroh-ilmiah-islamiyyah-bersama-as-syaikh-abu-ibrohim-muhammad-bin-mani-al-ansy-hafidzhohulloh/#more-8979

sofyan assingkepy punggur batam