Kisah memetik apel

orang yang takut kepada Allooh Ta’ala jika memakan makanan yang harom itu menunjukkan orang tersebut orang yang sholeh dan bertakwa.

GARA-GARA MEMETIK APEL
Pada abad pertama hijiriah, terdapat seorang
pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut
ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari
ketika ia merasa sangat lapar dan tidak
mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan. Ia
berusaha mencari makanan di luar rumahnya.
Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang
penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu
rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar,
ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi
ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya.

Baca lebih lanjut

Iklan