Silsilah Majlis Romadhon Bagian 1 Keutamaan Al Quran | assunnah Kotamobagu

SILSILAH MAJLIS ROMADHON BAG 1 KEUTAMAAN
AL-QUR’AN
Bulan Romadhon adalah Syahrul Qur’an,
sebagaimana firman Alloh ta’ala:
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ .
“Bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya
diturunkan )permulaan( Al-Qur’an sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda )antara yang hak dan
yang bathil(.” (QS. Al-Baqoroh:185)
Oleh karena itulah, para salafus sholih apabila
masuk bulan Romadhon bersungguh-sungguh
dalam tilawah Al-Qur’an. Asy-Syaikh Ibnu
Utsaimin rohimahulloh mengatakan:
» ﺗِﻼَﻭَﺓُ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻮﻋَﻴْﻦِ : 1‏( ﺗِﻼَﻭَﺓٌ ﺣُﻜْﻤِﻴَّﺔٌ : ﻭَﻫِﻲَ
ﺗَﺼْﺪِﻳْﻖُ ﺃَﺧْﺒَﺎﺭِﻩِ، ﻭَﺗَﻨْﻔِﻴْﺬُ ﺃَﺣْﻜَﺎﻣِﻪِ ﺑِﻔِﻌْﻞِ ﺃَﻭَﺍﻣِﺮِﻩِ، ﻭَﺍﺟْﺘِﻨَﺎﺏِ
ﻧَﻮَﺍﻫِﻴﻪِ . 2‏( ﺗِﻼَﻭَﺓٌ ﻟَﻔْﻈِﻴَّﺔٌ : ﻭَﻫِﻲَ ﻗِﺮَﺍﺀَﺗُﻪُ «.
“Tilawah Kitabulloh ada dua macam: 1) Tilawah
Hukmiyyah: yaitu membenarkan kabar-
kabarnya,menjalankan hukum-hukumnya dengan
mengerjakan perintahnya dan meninggalkan
larangannya.
2) Tilawah Lafdziyyah: yaitu adalah
membacanya.” [lihat “Majalis Romadhon” (58)]
Dan mustahab untuk mengkhatamkan Al-Qur’an
dalam waktu sebulan, terlebih di bulan Romadhon
yang penuh berkah ini.
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏» ﺍﻗْﺮَﺇِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓِﻲ ﺷَﻬْﺮٍ ‏« ﻗُﻠْﺖُ : ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺟِﺪُ ﻗُﻮَّﺓً ﺣَﺘَّﻰ
ﻗَﺎﻝَ : ‏» ﻓَﺎﻗْﺮَﺃْﻩُ ﻓِﻲ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺰِﺩْ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ «
Dari ‘Abdulloh bin ‘Amr bin Ash rodhiyaAllohu
anhu; bahwasanya Nabi shollallohu alaihi wa
sallam bersabda: “Bacalah )khatamkanlah( Al-
Qur’an dalam waktu sebulan.” Aku berkata: Aku
mendapati diriku kekuatan )lebih(. Sampai
Rosululloh mengatakan: “Maka bacalah dalam
waktu 7 hari, dan janganlah tambah hal
tersebut.” [HR. Al-Bukhori (no.5054) Muslim
(no.1159)]
Berikut keutamaan-keutamaan Al-Qur’an;
(1) Al-Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya.

Alloh ta’ala berkata:
ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻓِﻴﻪِ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ .
“Kitab )Al-Qur’an( ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” [QS. Al-
Baqoroh:2]
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔْﺘَﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺗَﺼْﺪِﻳﻖَ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَﺗَﻔْﺼِﻴﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺏِّ
ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ .
“Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain
Alloh; akan tetapi )Al-Qur’an itu( membenarkan
Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan
hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada
keraguan di dalamnya, )diturunkan( dari Robb
semesta alam.” (QS. Yunus:37)
(2) Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia. Alloh
ta’ala berfirman:
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ .
“Bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya
diturunkan )permulaan( Al-Qur’an sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil).” (QS. Al-Baqoroh:185)
ﺇِﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﻠَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﻗْﻮَﻡُ ﻭَﻳُﺒَﺸِّﺮُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ .
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan
petunjuk kepada )jalan( yang lebih Lurus dan
memberi khabar gembira kepada orang-orang
Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isro:9)
(3) Al-Qur’an terjaga keasliannya. Alloh ta’ala
berfirman:
ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﻟَﻪُ ﻟَﺤَﺎﻓِﻈُﻮﻥَ .
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al
Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.”(QS. Al-Hijr:9)
(4) Al-Qur’an adalah cahaya yang terang di atas
kebenaran. Alloh ta’ala berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺑُﺮْﻫَﺎﻥٌ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻧُﻮﺭًﺍ
ﻣُﺒِﻴﻨًﺎ.
“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang
kepadamu bukti kebenaran dari Robbmu.
(Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami
turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang
(Al-Qur’an).” (QS. An-Nisa’:174)
(5) Al-Qur’an adalah ruh. Alloh ta’ala berfirman:
ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺭُﻭﺣًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻧَﺎ ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ﺗَﺪْﺭِﻱ ﻣَﺎ
ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥُ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻩُ ﻧُﻮﺭًﺍ ﻧَﻬْﺪِﻱ ﺑِﻪِ ﻣَﻦْ ﻧَﺸَﺎﺀُ ﻣِﻦْ
ﻋِﺒَﺎﺩِﻧَﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﺘَﻬْﺪِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ .
“Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh )
Al Qur’an( dengan perintah kami. sebelumnya
kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab )Al-
Qur’an( dan tidak pula mengetahui Apakah iman
itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya,
yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami
kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan
Sesungguhnya kamu benar-benar memberi
petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-
Syuro:52)
Asy-Syaikh ‘Abdurrohman As-Sa’di rohimahulloh
berkata: “Dan itulah Al-Qur’anul Karim, dinamakan
Al-Qur’an dengan ruh, karena ruh menghidupkan
suatu jasad. Dan dengan Al-Qur’an menghidupkan
hati-hati dan ruh-ruh. Dan dengannya
menghidupkan kebaikan dunia dan agama yang
mencakup dalamnya kebaikan yang banyak dan
‘ilmu yang berbobot.” (Tafsir As-Sa’di)
[6] Al-Qu’an adalah obat penawar hati. Alloh ta’ala
berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﺗْﻜُﻢْ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺼُّﺪُﻭﺭِ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ .
“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Robbmu dan penyembuh
bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” [QS. Yunus:57]
ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻨَﻮَﻟَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ
ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﺴَﺎﺭًﺍ .
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zholim
selain kerugian.” [QS. Al-Isro:82]
[7] Al-Qur’an selamat dari perselisihan dan
pertentangan. Alloh ta’ala berfirman:
ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺘَﺪَﺑَّﺮُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮَﺟَﺪُﻭﺍ ﻓِﻴﻪِ
ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ .
“Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al
Qur’an? kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi
Alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan
yang banyak di dalamnya.” [QS. An-Nisa’:82]
[8] Al-Qur’an adalah kitab yang tidak ada yang
mampu untuk menandinginya. walaupun semua
manusia dan jin berkumpul untuk membuat
semisalnya. Alloh ta’ala berfirman:
ﻗُﻞْ ﻟَﺌِﻦِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌَﺖِ ﺍﻟْﺈِﻧْﺲُ ﻭَﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﻫَﺬَﺍ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻇَﻬِﻴﺮًﺍ
Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin
berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an
ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat
yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang
lain.” [QS. Al-Isro’:88]
[9] Al-Qur’an tidak di turunkan untuk
menyusahkan seorang hamba. Alloh ta’ala
berfirman:
ﻃﻪ ‏(1 ‏) ﻣَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟِﺘَﺸْﻘَﻰ ‏(2 ‏) ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﺬْﻛِﺮَﺓً ﻟِﻤَﻦْ
ﻳَﺨْﺸَﻰ .
“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini
kepadamu agar kamu menjadi susah; Tetapi
sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada
Alloh).” [QS. Thoha:1-3]
[10] Al-Qur’an di mudahkan untuk di hafal. Alloh
ta’ala berfirman:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻳَﺴَّﺮْﻧَﺎ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟِﻠﺬِّﻛْﺮِ ﻓَﻬَﻞْ ﻣِﻦْ ﻣُﺪَّﻛِﺮٍ .
“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-
Qur’an untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang
mengambil pelajaran?” [QS. Al-Qomar:17]
[11] Al-Qur’an adalah kalam Robb semesta alam.
Alloh ta’ala berfirman:
ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﺍﺳْﺘَﺠَﺎﺭَﻙَ ﻓَﺄَﺟِﺮْﻩُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺴْﻤَﻊَ ﻛَﻠَﺎﻡَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛُﻢَّ ﺃَﺑْﻠِﻐْﻪُ ﻣَﺄْﻣَﻨَﻪُ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﻮْﻡٌ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ .
“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin
itu meminta perlindungan kepadamu, Maka
lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman
Alloh, kemudian antarkanlah ia ketempat yang
aman baginya. demikian itu disebabkan mereka
kaum yang tidak mengetahui.” [QS. At-Taubah:6]
[12] Al-Qur’an adalah penjelas dari apa-apa yang
di perselisihkan. Alloh ta’ala berfirman:
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﺘُﺒَﻴِّﻦَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺍﺧْﺘَﻠَﻔُﻮﺍ ﻓِﻴﻪِ
ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ .
“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab
(Al-Qur’an) ini, melainkan agar kamu dapat
menjelaskan kepada mereka apa yang mereka
perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat
bagi kaum yang beriman.” [QS. An-Nahl:64]
[13] Al-Qur’an adalah penjelas atas segala
sesuatu. Alloh ta’ala berfirman:
ﻭَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺗِﺒْﻴَﺎﻧًﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ﻭَﺑُﺸْﺮَﻯ
ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ .
“Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran)
untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk
serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang
yang berserah diri.” [QS. An-Nahl:89]
[14] Al-Qur’an tidak ada pada dalamnya
kebengkokan. Alloh ta’ala berfirman:
ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺒْﺪِﻩِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻪُ
ﻋِﻮَﺟًﺎ .
“Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan
kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Qur’an) dan Dia
tidak Mengadakan kebengkokan di dalamnya.” [QS.
Al-Kahfi:1]
Berkata Asy-Syaikh ‘Abdurrohman As-Sa’di t:
“Dan meniadakan ‘Iwaj (kebengkokan)
mengharuskan bahwa dalam Al-Qur’an tidak ada
dalam kabar-kabarnya kedustaan, tidak pula dalam
perintah dan larangannya kedzoliman dan kesia-
siaan.” [Taisir Karimir Rohman, QS. Al-Kahfi:1]
[15] Al-Qur’an adalah rahmat dan peringatan bagi
kaum mukminin. Alloh ta’ala berkata:
ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜْﻔِﻬِﻢْ ﺃَﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻳُﺘْﻠَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ
ﻟَﺮَﺣْﻤَﺔً ﻭَﺫِﻛْﺮَﻯ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ .
“Dan Apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya
Kami telah menurunkan kepadamu Al kitab (Al
Quran) sedang Dia dibacakan kepada mereka?
Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat
rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang
yang beriman.” [QS. Al-‘Ankabut:51]
[16] Al-Qur’an adalah kitab yang penuh dengan
keberkahan. Alloh ta’ala berkata:
ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻟِﻴَﺪَّﺑَّﺮُﻭﺍ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟِﻴَﺘَﺬَﻛَّﺮَﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ .
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya
mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai
fikiran.” [QS. Shood : 29]
ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ .
“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami
turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan
bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” [QS. Al-
An’am : 155]
[17] Al-Qur’an adalah kitab yang mengeluarkan
manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan
seidzin Alloh. Alloh ta’ala berkata:
ﺍﻟﺮ ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻟِﺘُﺨْﺮِﺝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ
ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻁِ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺪِ .
“Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami
turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan
manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang
benderang dengan izin Robb mereka, (yaitu)
menuju jalan RobbAl-‘Aziz Al-Hamid (yang Maha
Perkasa lagi Maha Terpuji). [QS. Ibrohim:1]
[18] Al-Qur’an jalan menuju kemuliaan.
ﻋَﻦْ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ ».
Dari ‘Utsman rodhiyaAllohu ‘anhu dari Nabi –
shollallohu alaihi wa sallam- bersabda: “Sebaik
baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an
dan mengajarkannya.” [HR. Al-Bukhori (no.5027)]
[19] Al-Qur’an mengangkat derajat seseorang di
dunia.
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﻣِﺮِ ﺑْﻦِ ﻭَﺍﺛِﻠَﺔَ ﺃَﻥَّ ﻧَﺎﻓِﻊَ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪُﺍﻟﺤَﺎﺭِﺛِﻠَﻘِﻲَ ﻋُﻤَﺮَ ﺑِﻌُﺴْﻔَﺎﻥَ
ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻋُﻤَﺮُ ﻳَﺴْﺘَﻌْﻤِﻠُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻜَّﺔَ . ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻌْﻤَﻠْﺖَ ﻋَﻠَﻰ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺒَﻮَﺍﺩِﻱْ ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺍﺑﻦَ ﺃَﺑْﺰَﻯ . ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻣَﻦْ ﺍﺑْﻦُ ﺃَﺑْﺰَﻯ؟ ﻗَﺎﻝَ :
ﻣَﻮْﻟَﻰ ﻣِﻦْ ﻣَﻮَﺍﻟِﻴْﻨﺎَ . ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺎﺳْﺘَﺨْﻠَﻔْﺘَﻌَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣَﻮﻟَﻰ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻧَّﻪُ
ﻗَﺎﺭِﺉٌ ﻟِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ . ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺑِﺎﻟﻔَﺮَﺍﺋِﺾِ . ﻗَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ :
ﺃَﻣَّﺎ ﺇِﻥَّ ﻧَﺒِﻴَّﻜُﻢْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺮْﻓَﻊُ
ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺃَﻗْﻮَﺍﻣًﺎ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﺑِﻪِ ﺁﺧَﺮِﻳْﻦَ «
Dari ‘Amir bin Watsilah bahwasanya Nafi’ bin Abdul
Harits pernah menjumpai ‘Umar bin Al-Khotthob
rodhiyaAllohu ‘anhu di ‘Usfan (nama daerah). Nafi’
pernah diangkat oleh Umar bin Al-Khotthob
sebagai gubernur makkah, kemudian Umar
bertanya kepada Nafi’, Wahai Nafi’ siapakah
sekarang yang engkau angkat sebagai gubernur
makkah ? Nafi’ menjawab : Ibnu Abza. Maka Umar
bertanya, siapakah Ibnu Abza ? dia adalah budak
dari budak-budak kami. Maka Umar rodhiyaAllohu
anhu pun bertanya: Mengapa engkau mengangkat
bekas budak sebagai pemimpin penduduk Makkah?
Nafi’ menjawab: sesungguhnya Ibnu Abza adalah
seorang yang pandai membaca Al-Qur’an dengan
baik, selain itu juga paham tentang ilmu Al-
Faro’idh, kemudian ‘Umar bin Al-Khotthob
rodhiyaAllohu ‘anhu berkata: Sesungguhnya Nabi
kalian -shollallohu alaihi wa sallam- pernah
bersabda: “Alloh akan memuliakan orang orang
dengan Al-Qur’an dan merendahkan orang-orang
yang lainnya dengannya pula.”
[HR. Muslim (no.817) Ibnu Majah (no.218) Ad-
Darimi (no.3365) Ahmad (no.232) Al-Baghowi
dalam “syarhus sunnah” (no.1184) Ibnu Hibban
(no.772) Abu ‘Awwanah (no.3762) Al-Bazzar
(no.249) Al-Baihaqi (no.4904), lihat Silsilah Ash-
Shohihah (no.2239)]
[20] Al-Qur’an mengangkat derajat seseorang di
akhirat.
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮُﻭْ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏« ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟِﺼَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥِ : ﺍِﻗْﺮَﺃْ ﻭَﺍﺭْﺗَﻖِ ﻭَﺭَﺗِّﻞْ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ
ﺗَﺮَﺗِّﻞْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻨْﺰِﻟَﻚَ ﻋِﻨْﺪَ ﺁﺧِﺮِ ﺁﻳَﺔٍ ﺗَﻘْﺮَﺅُﻫَﺎ »
Dari ‘Abdulloh bin ‘Amr rodhiyaAllohu ‘anhu dia
berkata, Rosullulloh -shollallohu alaihi wa sallam-
bersabda: “Pada hari kiamat akan dikatakan kepada
orang yang memhafal Al-Qur’an, teruslah
membaca Al-Qur’an dan teruslah naik, bacalah
sebagaimana kamu membaca didunia karena
sesungguhnya tempatmu adalah akhir ayat yang
kamu baca.”
[HR. Abu Dawud (no.1464) At-Tirmidzi (no.2915)
Ibnu Majah (no.3781) Al-Hakim (no.2030) An-
Nasa’i dalam “Al-Kubro” (no.8056) Al-Baihaqi
(no.2253) Al-Baghowi dalam “syarhus
sunnah” (no.1178) Ibnu Hibban (no.766) Ahmad
(no.6799) dan hadits di shohihkan Asy-Syaikh Al-
Albani rohimahulloh dalam “As-
Shohihah” (no.2240)]
Berkata Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani
rohimahulloh: “Dan ketahuilah bahwasanya yang di
maksud dengan perkataan Nabi -shollallohu alaihi
wa sallam- orang yang memiliki Al-Qur’an adalah
orang yang menghafal dari dalam hatinya
berdasarkan sabda Nabi -shollallohu alaihi wa
sallam-: “Mengimami suatu kaum yang paling
pandai kitabulloh..” yakni yang paling hafal, dan
perbedaan keutamaan di surga, sesungguhnya
berdasarkan kadar hafalannya di dunia, dan bukan
berdasarkan bacaannya dan
memperbanyaknyasebagaimana salah paham dari
sebagian mereka…” [lihat “Ash-
Shohihah” (no.2240)]
[26] Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan
bersama para Malaikat.
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ :
‏« ﺍﻟﻤَﺎﻫِﺮُ ﺑِﺎﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟﺒَﺮَﺭَﺓِ . ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ
ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊْ ﻓِﻴْﻪِ، ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷَﺎﻕٌ، ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮَﺍﻥِ »
Dari Aisyah rodhiyaAllohu ‘anhu dia berkata
bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:
“Orang yang ahli dalam Al-Qur’an akan bersama
dengan malaikat pencatat yang mulia lagi benar,
dan orang yang terbata bata membaca Al-Qur’an
dan dia bersusah payah mempelajarinya,untuknya
dua pahala.” [HR. Al-Bukhori (no.4937) Muslim
(no.798) Ahmad (no.24721) Abu Dawud (no.1454)
At-Tirmidzi (no.2906) Ibnu Majah (no.3779) Ad-
Darimi (no.3368) Ibnu Hibban (no.767) Ibnu Abi
Syaibah (10/490) Al-Baghowi (no.1173)].
[27] Turunnya Al-Qur’an untuk semua makhluq
adalah bukti tentang kesempurnaan Rububiyahnya
Alloh ta’ala.
ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﺘَﻨْﺰِﻳﻞُ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ { ﻧَﺰَﻝَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮُّﻭﺡُ ﺍﻟْﺄَﻣِﻴﻦُ ‏(193 ‏) ﻋَﻠَﻰ
ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻟِﺘَﻜُﻮﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻨْﺬِﺭِﻳﻦَ ‏(194 ‏) ﺑِﻠِﺴَﺎﻥٍ ﻋَﺮَﺑِﻲٍّ ﻣُﺒِﻴﻦٍ .
“Dan Sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar
diturunkan oleh Robb semesta alam. Dia dibawa
turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu
(Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di
antara orang-orang yang memberi peringatan
dengan bahasa Arab yang jelas.” [QS. Asy-
Syua’aro : 192 & 195]
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh
mengatakan:
« ﺃَﻥَّ ﻧُﺰُﻭﻝَ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣِﻦْ ﻛَﻤَﺎﻝِ ﺭُﺑُﻮﺑِﻴَّﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ »
“Penurunan Al-Qur’an menunjukkan tentang
kesempurnaan Rububiyyahnya Alloh.” [Majmu
Fatawa wa Rosail” (10/617)]
[28] Berjihad dengan Al-Qur’an adalah jihad yang
besar.
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh
mengatakan:
« ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟِﻤَﻦْ ﻣَﻌَﻪُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥ ﺃَﻥْ ﻳَﺼْﺪَﻉَ ﺑِﻪِ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺒَﻴِّﻨَﻪُ ﻭَﻳَﺠْﺘَﻬِﺪَ
ﺑِﻪِ ، ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : } ﻭَﺟَﺎﻫِﺪْﻫُﻢْ ﺑِﻪِ ﺟِﻬَﺎﺩًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ }.
“Sepantasnya bagi mempunyai Al-Qur’an untuk
lantang menyuarakan kebenaran dengannya serta
menjelaskan dan bersungguhnya dengannya, Alloh
ta’ala berfirman:
{ ﻭَﺟَﺎﻫِﺪْﻫُﻢْ ﺑِﻪِ ﺟِﻬَﺎﺩًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ } “Jihadilah mereka dengan
jihad yang besar.”
[Majmu Fatawa wa Rosail” (10/617)] [29] Alloh
perintahkan NabiNya untuk membaca Al-Qur’an
. { ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﻋْﺒُﺪَ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺒَﻠْﺪَﺓِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺣَﺮَّﻣَﻬَﺎ ﻭَﻟَﻪُ ﻛُﻞُّ
ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ‏( 91‏) ﻭَﺃَﻥْ ﺃَﺗْﻠُﻮَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ{
‏[ ﺍﻟﻨﻤﻞ : 91 ، 92 ]
“Sesungguhnya aku hanyalah diperintahkan untuk
menyembah Robb negeri ini yang mengharomkan
negeri ini , dan bagiNya lah segala sesuatu dan
aku di perintahkan untuk menjadi orang yang
berserah diri dan untuk membaca Al-Qur’an.” [QS.
An-Naml:91-92]
[30] Membaca Al-Qur’an dan mendengarnya
menambah keimanan.
{ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺟِﻠَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗُﻠِﻴَﺖْ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗُﻪُ ﺯَﺍﺩَﺗْﻬُﻢْ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ }
“Sesungguhnya kaum mu’minin yang mereka
apabila dibacakan ayat Alloh bergetar hati mereka,
dan dilantunkan ayat-ayatNya akan bertambah
keimanan dan hanya kepada Robbnya mereka
bertawakkal.” [QS. Al-Anfal:2]
Ditulis Oleh: Ustad Muhammad Fuad Hafidzahulloh
Bersambung…

http://assunnah.heck.in/silsilah-majlis-romadhon-bagian-1-keutam.xhtml

sofyan assingkepy punggur batam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s