Poligami : Kebenaran Yang Diakui Musuh Islam (3) | Millah Ibrohim

Poligami : Kebenaran Yang Diakui Musuh
Islam (3)
Saudara pembaca, setelah kita mengetahui hukum
ta’addud, tidak salah bagi kita bersama – sama
mengetahui pandangan – pandangan sebagian
cendekia dan pemikir barat yang notabene kafir
mengenai “ POLIGAMI “ karena kebenaran,
sebagaimana yang dikatakan pepatah : Apa yang
diakui musuh – musuh (dan bukan mengambil
pengakuan dan ucapan musuh – musuh sebagai
dalil kebenaran yang telah kita miliki. Kebenaran
kita terlalu mulia untuk diambilkan dari ucapan
kafir dari barat maupun timur. Sesungguhnya
kebenaran mereka hanyalah secara suara,
kebenaran yang diakui oleh pengalaman –
pangalaman keluarga di masyarakat yang mana
Islam telah terlebih dahulu mengaplikasikan teori –
teori ilahi secara langsung di jaman shahabat
rodhiallahu ‘anhum ).

Baca lebih lanjut

Iklan

Islam Itu Mulia ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻫﻮ ﻣﺠﺪ: Negara-negara Islam Bersatu untuk Menumpas Milisi Hutsih Syi’ah Rafidhah yang Memberontak te…

Negara-negara Islam Bersatu
untuk Menumpas Milisi Hutsih
Syi’ah Rafidhah yang
Memberontak terhadap Pemerintah
yang Sah di Yaman
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
Negara-negara Islam Bersatu untuk
Menumpas Milisi Hutsih Syi’ah Rafidhah
yang Memberontak terhadap Pemerintah
yang Sah di Yaman
Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior
mengatakan bahwa keputusan Kerajaan Arab
Saudi, negara-negara saudara Teluk Arab dan
negara-negara yang berpartisipasi dengan mereka
untuk memulai operasi militer “Badai yang Teguh/
ﻋﺎﺻﻔﺔ ﺍﻟﺤﺰﻡ ” di negara saudara Yaman untuk
melindungi pemerintah yang sah dan membela
orang-orang terkasih Yaman, yang menderita
karena perampasan tanah, penghancuran harta
dan perusakan stabilitas mereka oleh pasukan
milisi Hutsi (pemberontak Syi’ah Rafidhah) yang
didukung oleh kekuatan regional (negara Syi’ah
Iran) yang memiliki ambisi dan proyek sabotase di
negara-negara Arab adalah (keputusan yang) tepat
dan keputusan yang bijaksana yang didukung
oleh kepentingan yang lebih tinggi dari negara
dua Masjid Suci Kerajaan Arab Saudi, negara-
negara Teluk, wilayah Arab dan dunia Islam, yang
memiliki perhatian terhadap stabilitas dan
kesatuan Yaman, dan perhatian terhadap
keamanan wilayah negara dua Masjid Suci, yang
mewakili keamanan bagi seluruh umat Islam di
dunia dan yang hidup di hati setiap umat Islam
dan umat Islam di seluruh dunia akan melawan
mereka yang mencoba untuk meruntuhkan
keamanannya.
Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Syaikh
Dr. Fahad bin Saad al-Majid mengatakan bahwa
Dewan Ulama Senior telah menyatakan bahwa
kelompok Hutsi (Syi’ah Rafidhah) sebagai
kelompok teroris yang tidak menginginkan
kebaikan untuk Yaman dan umat Islam, dalam
pernyataan mereka pada tanggal 19/11/1435 H.
Dia menambahkan bahwa kerusakan stabilitas dan
keamanan Yaman saat ini dan perampasan
kekuasaan dan lembaganya oleh kelompok ini
adalah bukti kuat yang mendukung keputusan
Dewan Ulama Senior terhadap kelompok teroris
ini.
Dia menyatakan bahwa umat Islam di seluruh
dunia, negara dan bangsa, dipanggil untuk
mendukung operasi militer ‘Badai yang Teguh’ ini
untuk mengembalikan pemerintah yang sah
dengan membantu rakyat negara saudara Yaman,
dan untuk menjaga stabilitas dan keamanan
negara dua Masjid Suci Kerajaan Arab Saudi dan
wilayah Arab, untuk mencegah penggunaan
Yaman sebagai alat oleh kekuatan eksternal yang
tidak akan menghentikan gangguan mereka
dengan (rusaknya) keamanan dan stabilitas
Yaman.
Dia berdoa kepada Allah Yang Mahaperkasa dan
Mahaagung semoga terpenuhi tugas sebagai
saudara dan tetangga, keselamatan dari kejahatan,
keputusan dan target yang tepat, perlindungan
terhadap negara kita dan negara-negara Islam dan
pemulihan kesatuan, stabilitas, keamanan dan
kemakmuran Yaman.
Riyadh, 6 Jumadil Akhir 1436 H/ 26 Maret 2015
M, Sumber: SPA.
Catatan:
[Negara-negara Islam dipimpin oleh Kerajaan Arab
Saudi telah mulai melakukan operasi militer ‘Badai
yang Teguh’ terhadap milisi pemberontak Hutsi
(Syi’ah Rafidhah) pada hari Kamis dini hari 6
Jumadil Akhir 1436 H. Serangan terhadap
kelompok ini setelah Pemerintah Yaman yang sah
bersama rakyatnya secara resmi meminta bantuan
pertolongan kepada negara-negara tetangga.
Semoga Allah memberikan kemenangan kepada
umat Islam dari pemberontakan dan penjajahan
Syi’ah Rafidhah.]
Sumber: SPA .

http://islam-itu-mulia.blogspot.in/2015/03/negara-negara-islam-bersatu-untuk.html?m=1

Fatwa Seputar Poligami (2) | Millah Ibrohim

Fatwa Seputar Poligami (2)
FATWA – FATWA SYAIKH BIN BAAZ SEPUTAR
POLIGAMI
( TA’ADDUD AZ ZAUJAT )
Ditanya : Apakah hukum asal pernikahan poligami
atau istri lebih dari satu ?
Jawab : Pada asalnya disyari’atkan poligami bagi
yang mampu dan tidak hawatir timpang terhadap
istri – istri. Disebabkan dalam poligami banyak
mengandung maslahat seperti menjaga perzinaan,
menjaga kehormatan bagi istri – istri,
memperbanyak keturunan yang akan
memperbanyak jumlah umat Islam dan
memperbanyak orang yang menyembah Allah
semata.
Baca lebih lanjut

Menjawab Azan Lebih Afdhol Dari Pada Langsung Sholat Dua Raka’at | ASH-HABUL HADITS

Menjawab Azan Lebih Afdhol Dari Pada
Langsung Sholat Dua Raka’at
TANYA: Ustadzana hafizhokumullooh, pertanyaan
ana:Seorang masuk masjid dia dapat khotib sudah
naik mimbar dan mengucapkan salam kemudian
mu’adzin mengumandangkan adzan. Mana yang
lebih afdhol bagi seseorang tadi apakah dia
langsung sholat tahiyatul masjid atau dia berdiri
dulu mendengar adzan sampai selesai adzan baru
sholat tahiyatul masjid?. Demikian ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﻴﻜﻢ (Pertanyaan dari Kamp.Kisar-Ambon).
JAWAB: Tidak diragukan bahwa yang afdhol adalah
menjawab azan terlebih dahulu, setelah itu baru dia
melaksanakan tahiyatul masjid (sholat dua
roka’at).
Bila seseorang melakukan ini maka dia
menempatkan perkara pada tempatnya, dia bisa
melaksanakan perintah:
ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻢْ ﺍﻟْﻤُﺆَﺫِّﻥَ، ﻓَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻣِﺜْﻞَ ﻣَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝ
“Jika kalian mendengarkan muadzin (azan) maka
ucapkanlah kalian semisal dengan apa yang
diucapkannya”.
Bila seseorang telah memenuhi perintah ini, maka
dia melaksanakan perintah selanjutnya yaitu sholat
dua roka’at, dan perintah ini tidak mengenal waktu
pelaksanaannya, sama saja di tengah-tengah
khutbah atau bahkan di waktu-waktu terlarang
sekalipun boleh baginya untuk melaksanakannya,
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻓﻼ ﻳﺠﻠﺲ ﺣﺘﻰ ﻳﺼﻠﻲ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ
“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid
maka janganlah dia duduk sampai dia sholat dua
roka’at”.
Syaikhuna Abu Abdirrohman Yahya Al-Hajuriy
‘Afanallohu wa Iyyah mengatakan:
ﻭﻫﺬﺍ ﻋﺎﻡ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﻭﻗﺎﺕ، ﻓﺘﺼﻴﺮ ﺻﻼﺓ ﺗﺤﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ
ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﻣﺴﺘﺜﻨﺎﺓ ﻟﺴﺒﺐ ﻭﻫﻮ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ،
ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻓﻴﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻐﻴﺮ ﺳﺒﺐ
“Dan ini adalah umum pada semua waktu, maka
jadilah sholat tahiyat masjid pada waktu yang
dibenci diperkecualikan karena sebab, dan dia
adalah masuk masjid, dan hanyalah larangan itu
terhadap apa-apa yang keberadaannya karena
selain sebab”.
Ketika seseorang bisa mengkompromikan antara
dua perkara ini, yaitu dia bisa menjawab azan
kemudian sholat dua roka’at maka ini afdhol (lebih
utama).
Wallohu A’lam wa Ahkam.
Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy
Hafizhohulloh di Durrah Salalah-Oman pada
(17/6/1436).

https://ashhabulhadits.wordpress.com/2015/04/07/menjawab-adzan-lebih-afdhol-dari-pada-sholat-dua-rokaat/#more-11764